Depok Ubah Nama Kota Belimbing Menjadi Friendly City


Pemerintah Kota Depok mengubah nama branding Kota Belimbing yang melekat selama ini, menjadi Depok A Friendly City atau Kota Bersahabat. Wali Kota Depok Idris Abdul Shomad mengatakan Depok merupakan kota hunian. Setiap tahun, penduduknya bertambah cukup banyak. Sehingga, menurut Idris, perlu menciptakan kota yang bersahabat dan ramah bagi penghuninya. "Penambahan penduduk dan hunian yang meningkat harus menjadikan Depok sebagai kota yang bersahabat dan ramah kepada warganya," kata Idris dalam sosialisasi city branding Kota Depok di Hotel Bumi Wiyata, Rabu, 16 November 2016. Meski begitu, ikon belimbing di Depok akan tetap dipertahankan. Bukan hanya branding produk belimbing yang tetap dipertahankan, melainkan ikon ikan hias dan dodol Depok akan tetap dipertahankan.... more


Berebut Perhatian di Tengah Pasar


Berangkat dari liberalisasi politik di Indonesia, pembicaraan tentang brand pemimpin politik relevan dibicarakan. Dalam pandangan penulisnya, relevansi itu terbawa oleh maraknya konsumerisme di berbagai bidang kehidupan. Melalui konsumerisme, masyarakat dipandang sebagai pasar atau konsumen yang memiliki kebebasan dan kekuasaan memilih. Namun, kebebasan itu cenderung pada cara berpikir mereka yang identik dengan menilai komoditas pemasaran. Orientasi masyarakat sebagai warga negara sebagai pemilih, bergeser dari pengejawantahan ideologi ke isu dan solusi yang bersifat pragmatis (hal 2). Para pemimpin politik harus berlaku layaknya produk yang bersaing di pasar. Logika brand... more


Mempertanyakan "Brand" Politik Joko Widodo


Joko Widodo telah melalui sekitar tujuh bulan masa kepemimpinannya setelah dilantik sebagai presiden pada 20 Oktober 2014. Dalam masa itu, relatif belum terjadi perkembangan dimensi brand politik Jokowi yang dinilai belum merangkak jauh dari pemaknaan ihwal ketulusan sebagai hal yang diasosiasikan dengan Jokowi. Menyusul kegairahan yang luar biasa pada masa kampanye Pemilu Presiden 2014, sejumlah dimensi kepribadian, seperti membumi, merakyat, turun ke lapangan, ramah, dan jujur, cenderung lekat dengan brand politik Jokowi. Akan tetapi, setelah itu, relatif tidak ada perkembangan dimensi lain yang diasosiasikan kepada Jokowi setelah ia terpilih sebagai presiden, seperti terpapar dalam publikasi jajak pendapat berbagai lembaga riset atau pemberitaan media massa. Demikian sebagian hal yang terungkap dalam bedah buku berjudul "Brand Pemimpin Politik" yang ditulis Dr Ummi Salamah, serta diskusi bertema... more


Urgensi Pemasaran Politik


Biaya politik tinggi ternyata banyak kasusnya. Termasuk di antaranya rencana salah satu partai politik baru memodali calon legislatifnya Rp 5 miliar-Rp 10 miliar per orang dan bagaimana partai politik menjadikan kadernya sebagai mesin uang. Jelaslah bahwa partai politik ataupun kandidatnya membutuhkan biaya relatif besar, terutama menjelang pemilihan. Taktik klasik yang marak pada pemilu dan pilkada era pemilihan langsung adalah membanjiri daerah pemilihan dengan spanduk dan memasang iklan di media massa yang semua memakan biaya. Ketergantungan partai politik dan kandidat pada pola pembiayaan tinggi untuk mendapatkan pemilih menunjukkan belum memadainya strategi untuk membangun konstituen. Seperti diketahui, produk politik yang meliputi partai politik, kandidat, program, dan kebijakan merupakan produk yang abstrak dan tidak kasatmata. Produk ini juga padat dengan nilai-nilai dan janji yang baru dirasakan manfaatnya jangka panjang. Dalam dikotomi barang dan jasa, produk politik lebih menyerupai jasa sehingga pengemasannya menjadi sangat berbeda dengan barang seperti... more


Efek Pileg terhadap Pilpres 2014


KOMPAS.com - Keputusan pemilih untuk membedakan pilihan antara partai politik dan calon presiden dapat dipahami sebagai rute pengambilan keputusan yang berbeda terkait entitas parpol dengan capres (Lau, 2003). Perbedaan ini dapat ditelaah dengan menggunakan konsep brand politik dan psikologi kognitif. Beberapa hari terakhir media massa banyak mengangkat efek pemimpin (baca: capres) terhadap perolehan suara parpol yang berlaga dalam Pemilu Legislatif (Pileg) 9 April lalu. Perolehan suara PDI-P, Gerindra, dan PKB yang masuk kategori empat besar ditengarai dipengaruhi oleh efek Jokowi, efek Prabowo, dan efek Rhoma Irama. Mereka adalah capres yang diusung oleh masing-masing parpol. Analisis lebih jauh tentang hubungan antara pemimpin dan parpol dapat dilakukan dengan menggunakan pendekatan brand. Meski relatif ada keengganan dari sementara akademisi untuk menerapkan konsep ini dalam politik yang sarat pertarungan ideologi, konsep brand yang lahir dari rahim ilmu pemasaran mampu memberikan insight dalam menjelaskan fenomena... more


Citra Jakarta Lebih Banyak Negatifnya?


JAKARTA, KOMPAS.com - Praktisi "branding" Muhammad Rahmat Yunanda mengatakan, citra ibu kota negara Jakarta lebih banyak negatifnya dibandingkan kesan positifnya. "Jakarta merupakan kota dengan banyak citra. Sayangnya, citra yang kuat adalah citra negatif," ujar Rahmat yang juga Direktur Utama Makna Informasi di Jakarta, Minggu (22/3/2015). Oleh karena perlu dilakukan upaya pencitraan ulang Jakarta, yang dimulai dari pencarian dan penguatan identitas ibu kota itu yang berdaya saing... more


Reputasi Jakarta Buruk karena Pemimpinnya Berselisih


JAKARTA, KOMPAS.com – Reputasi Jakarta masih dipandang negatif, baik oleh warganya, maupun dunia. Bahkan beberapa institusi mendapuk Jakarta sebagai kota paling macet di dunia (Castrol Magnatec), dan paling tidak aman versi The Economist Intelligence Unit dalam riset yang bertajuk "EIU Safe Cities Index 2015". Dengan begitu Ibu kota Indonesia ini masih memiliki banyak pekerjaan rumah yang harus dikerjakan oleh pengelola kotanya. CEO Makna Informasi, Rahmat Yananda menyatakan reputasi Jakarta masih negatif karena berbagai pelayanan publik kota tersebut mampat akibat banyaknya masalah di dalam birokrasi Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta sendiri...more


Jakarta Harus Bangun Identitas Berdaya Saing


JAKARTA, (PRLM). Upaya rebranding Jakarta sebaiknya berangkat dari kondisi saat ini. Jakarta merupakan kota dengan banyak citra. Sayangnya, citra yang kuat adalah citra negatif. Karenanya, upaya rebranding Jakarta harus dimulai dari pencarian dan penguatan identitas Jakarta yang berdaya saing. Demikian pandangan M. Rahmat Yananda CEO Makna Informasi, dalam diskusi tentang "Identitas Jakarta: Inisiasi Program Rebranding Jakarta", yang diselanggarakan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jakarta. "Citra Jakarta di persepsikan dominan negatif. Warga kota merasakan langsung efek negatif kesemrawutan kota ketika bepergian dan beraktivitas. Efek yang sama juga dirasakan ketika warga mendapatkan pelayanan publik. Secara tidak lansung, persepsi negatif juga terbangun karena pemberitaan tentang Jakarta dengan nada yang negatif, atau melalui percakapan di media sosial. Semua ini membangun citra Jakarta. Dan upaya melakukan branding Jakarta menjadi mendesak," kata M. Rahmat Yananda. " Identitas adalah sumber terpenting dalam melakukan branding kota... more


Branding Jakarta Mendesak


TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Pemerintah DKI Jakarta perlu melakukan branding kota yang dimulai dari pencarian dan penguatan identitasnya. Branding Jakarta menjadi mendesak dilakukan mengingat saat ini citra Jakarta dipersepsikan negatif, seperti kota semrawutan dan hal pelayanan masyarakat masih kurang. M Rahmat Yananda CEO Makna Informasi menyatakan, persepsi negatif terbangun karena pemberitaan tentang Jakarta dengan nada yang negatif atau di media sosial. "Semua ini membangun citra Jakarta buruk bagi Jakarta. Jadi Jakarta segera perlu melakukan branding," kata M Rahmat Yananda, Jumat (20/3/2015). Makna Informasi adalah lembaga konsultan komunikasi... more


Jakarta Harus Ubah Citra Negatif


JAKARTA - Tidak dipungkiri jika saat ini citra negatif sangat kuat melekat pada kota Jakarta dan untuk meningkatkan daya saing diperlukan upaya rebranding dengan pencarian dan penguatan identitas kota ini. Hal ini diungkapkan oleh M. Rahmat Yananda CEO Makna Informasi, dalam diskusi tentang "Identitas Jakarta: Inisiasi Program Rebranding Jakarta", yang diselanggarakan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jakarta, (19/03). "Saat ini citra Jakarta di persepsikan dominan negatif. Warga kota merasakan langsung efek negatif kesemrawutan kota ketika bepergian dan beraktivitas dan ini harus diubah," katanya. Ditambahkannya, secara tidak lansung, persepsi negatif juga terbangun karena... more


Jakarta Harus Bangun Identitas Berdaya Saing


INILAHCOM, Jakarta - Jakarta harus membangun identitas dari pencarian dan penguatan identitas Jakarta yang berdaya saing. CEO Makna Informasi M Rahmat Yananda menegaskan itu saat diskusi 'Identitas Jakarta: Inisiasi Program Rebranding Jakarta' gelaran Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jakarta. "Citra Jakarta dipersepsikan dominan negatif. Warga kota merasakan langsung efek negatif kesemrawutan kota ketika bepergian dan beraktivitas. Efek yang sama juga dirasakan ketika warga mendapatkan pelayanan publik. Secara tidak lansung, persepsi negatif juga terbangun karena pemberitaan tentang Jakarta dengan nada yang negatif, atau melalui percakapan di media sosial. Semua ini membangun citra Jakarta. Dan upaya melakukan branding Jakarta menjadi mendesak," kata Rahmat Yananda... more


Tingkatkan Daya Saing, Jakarta Perlu Lakukan Rebranding


REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sebagai ibu kota negara, Jakarta selalu menjadi pusat perhatian dan tolok ukur. Hal tersebut membuat kota Jakarta memiliki banyak citra yang melekat. Namun sayangnya, yang menguat dari kota Jakarta belakangan adalah citra yang cenderung negatif. Mulai dari kemacetan dan juga pelayanan publik yang selalu mendapat sorotan. Hal inilah yang membuat kota Jakarta harus berbenah dan segera membuat branding (citra) baru. "Upaya melakukan branding Jakarta menjadi mendesak," ujar M Rahmat Yananda, selaku CEO Makna Indormasi dalam diskusi tentang "Identitas Jakarta" beberapa waktu lalu di Jakarta... more


Semrawut, Rebranding Jakarta Agenda Mendesak


RMOL. Efek negatif kesemrawutan Jakarta sangat dirasakan warga ketika bepergian dan beraktivitas. Efek yang sama juga dirasakan ketika warga mendapatkan pelayanan publik. Karena itu tidak heran, Jakarta masih dipersepsikan negatif oleh warganya. "Secara tidak langsung, persepsi negatif juga terbangun karena pemberitaan tentang Jakarta dengan nada yang negatif, atau melalui percakapan di media sosial. Semua ini membangun citra Jakarta," jelas CEO Makna Informasi, M. Rahmat Yananda, dalam diskusi tentang "Identitas Jakarta: Inisiasi Program Rebranding Jakarta" yang diselanggarakan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) di Jakarta belum lama ini. Karena itu, upaya melakukan branding Jakarta menjadi mendesak. Menurutnya, dalam melakukan branding kota, identitas adalah sumber terpenting. Sebab, identitas menjelaskan berbagai persamaan dan perbedaan kota-kota. Persamaannya terletak pada fungsi-fungsi pelayanan yang dimiliki suatu kota seperti ekonomi, transportasi, pendidikan, keamanan dan lain- lain. "Perbedaannya terletak pada persepsi dan pemaknaan pemangku kepentingan kota terhadap fungsi tersebut. Makna yang hadir akan berbeda karena kualitas kinerja fungsi layanan juga berbeda. Misalnya, perbandingan fungsi layanan transportasi dan pelayanan publik antara Jakarta dan Singapura... more


Praktisi: citra Jakarta lebih banyak negatifnya


Jakarta (ANTARA News) - Praktisi "branding" Muhammad Rahmat Yunanda mengatakan citra ibu kota negara Jakarta lebih banyak negatifnya dibandingkan kesan positifnya. "Jakarta merupakan kota dengan banyak citra. Sayangnya, citra yang kuat adalah citra negatif," ujar Rahmat yang juga Direktur Utama Makna Informasi di Jakarta, Minggu. Oleh karena perlu dilakukan upaya pencitraan ulang Jakarta, yang dimulai dari pencarian dan penguatan identitas ibu kota itu yang berdaya saing. "Citra Jakarta lebih banyak dipersepsikan negatif. Warga kota merasakan langsung efek kesan negatif kesemrawutan kota ketika bepergian... more


Jakarta Harus Rebranding sebagai Kota Identitas Berdaya Saing


Jakarta merupakan kota dengan banyak citra. Sayangnya, citra yang kuat adalah citra negatif. Karenanya, upaya rebranding Jakarta harus dimulai dari pencarian dan penguatan identitas Jakarta yang berdaya saing. Hal ini diungkapkan oleh M. Rahmat Yananda CEO Makna Informasi, dalam diskusi tentang "Identitas Jakarta: Inisiasi Program Rebranding Jakarta", yang diselanggarakan Ikatan Arsitektur Indonesia (IAI) Jakarta, (19/03). "Citra Jakarta di persepsikan dominan negatif. Warga kota merasakan langsung efek negatif kesemrawutan kota ketika bepergian dan beraktivitas. Efek yang sama juga dirasakan ketika warga mendapatkan pelayanan publik. Secara tidak lansung, persepsi negatif juga terbangun karena pemberitaan tentang Jakarta dengan nada yang negatif, atau melalui percakapan di media sosial. Semua ini membangun citra Jakarta...more


Calon Walikota perlu Branding Depok


DepokNews–Calon Walikota Depok harus dapat membranding Depok sesuai dengan potensi wilayahnya. Sehingga Kota Depok dapat berkembang dengan identitasnya. "Calon Walikota Depok maupun pemimpin daerah yang tengah menjabat di suatu kota, kabupaten dan provinsi harus paham identitas daerah masing-masing. Identitas daerah yang dimaksud adalah identitas yang berdaya saing. Begitu juga dengan," kata CEO Makna Informasi M. Rahmat Yananda, di Kantor LPEM FEUI, Salemba, Jakarta Pusat, Selasa (03/02/2015). Dikatakan Rahmat, jelang Pemilukada di Depok para calon pemimpin daerah yang hendak maju perlu menyiapkan branding tempat bagi Kota Depok. Begitu juga di daerah lain calon pemimpin daerah ... more


Kepala Daerah Banyak yang Belum Paham Pentingnya "Branding"


Pemasaran dengan cara branding tidak hanya dilakukan produk, tapi juga harus dilakukan daerah. Sayangnya manfaat branding belum disadari oleh sebagian besar pemimpin daerah. Branding dianggap membantu pemangku kepentingan daerah, baik itu warga, pemerintah, wirausahawan, hingga investor. Selain itu, pemerintah daerah lain juga bisa melihat arah dan kebijakan pembangunan suatu daerah dan meresponnya dengan baik. "Branding jadi perangkat yang memudahkan banyak pihak ikut terlibat membangun daerah. Mereka bisa melihat, mengawasi, merespon arah dan kebijakan pembangunan daerah," kata CEO Makna Informasi M Rahmat Yananda, di Jakarta, Senin... More


Mau Ikut Pilkada Lagi? Siapkan Branding Kepemimpinan Anda


Menyusul disahkannya UU Pilkada, maka rakyat Indonesia tetap dapat memilih langsung kepala daerah masing-masing. Namun persaingan antar kontestan, pasti bertambah berat, termasuk bagi pentahana. Agar dapat memenangkan suara rakyat, apa saja yang perlu disiapkan menghadapi persaingan? "Calon pemimpin dan pemimpin daerah yang tengah menjabat di suatu kota, kabupaten, dan propinsi harus paham identitas daerah masing-masing. Identitas daerah yang dimaksud adalah identitas yang berdaya saing," kata CEO Makna Informasi M. Rahmat Yananda... more


"Branding" daerah efektif membangun daya saing


Praktisi komunikasi Muhammad Rahmat Yananda mengatakan "branding" atau penguatan identitas daerah sangat efektif untuk membangun kawasan tersebut. "Penguatan kota, kabupaten, dan provinsi tidak dapat dipisahkan dari kepaduan identitas daerah dan identitas pemimpin," kata Rahmat di Jakarta, Selasa. Kedua identitas tersebut bila menyatu akan membentuk merk yang kuat baik untuk mendapatkan posisi maupun citra suatu kota... more


Botabek Butuh Positioning Unik


PERKEMBANGAN wisata terus digenjot demi meningkatkan devisa negara. Termasuk perluasan dan penguatan wisata Jakarta, Cianjur, Bogor, Depok, Tangerang dan Cianjur (Jabodetabekjur). Diketahui, perkembangan ekonomi region Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Cianjur (Jabodetabekjur) merupakan titik pusatnya menjadikan kota-kota seperti Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan tumbuh pesat sebagai kota hunian. Namun, kelima kota ini harus bersaing untuk memperebutkan sumber daya khususnya persoalan destinasi wisata. "Position paper branding perkotaan merupakan seri pertama dari beberapa seri yang direncanakan. Untuk seri pertama, kota Bogor, Bekasi, Depok, serta area Tangerang menjadi fokus pehatian, terlebih dari sisi wisatanya. Daerah yang disebutkan memiliki kekuatan dalam mengembangkan daerah wisata," jelas Dr. Ummi Salamah... more


Dalam Membangun, Bodetabek Butuh ‘Positioning’ Unik


... “Kota Bogor, Bekasi, Depok, Tangerang dan Tangerang Selatan masing-masing harus memiliki positioning yang unik untuk menarik sumber daya yang berbeda dan sesuai dengan proyeksi kebutuhan kota,” ujar ekonom lulusanUniversity of Groningen, Belanda tersebut. Seperti produk barang dan jasa, kota juga membutuhkan branding,” lanjutnya. Menyadari kebutuhan tersebut, LPEM FEUI menggandeng Makna Informasi Indonesia, sebuah perusahaan konsultan komunikasi dan riset media yang telah menerbitkan buku tentang branding tempat (place branding). Position paper yang diluncurkan hari ini merupakan bagian dari kerja sama tersebut. “Selain potensi ekonomi, kota juga membutuhkan citra dan reputasi yang baik juga unik untuk memenangkan persaingan,” kata CEO Makna Informasi Indonesia M Rahmat Yananda... more


Branding Efektif Membangun Daya Saing Daerah dan Pemimpin


Branding kota, kabupaten, dan propinsi tidak dapat dipisahkan dari kepaduan identitas daerah dan identitas pemimpin. Kedua identitas ini bila menyatu akan membentuk brand yang kuat baik untuk mendapatkan posisi maupun citra brand suatu kota, kabupaten maupun propinsi. "Calon pemimpin maupun pemimpin daerah yang tengah menjabat di suatu kota, kabupaten dan propinsi harus paham identitas daerah masing-masing. Identitas daerah yang dimaksud adalah identitas yang berdaya saing," kata CEO Makna Informasi M. Rahmat Yananda kepada .... more


Pakar Ekonomi: Kota Penyangga Jakarta Butuh Citra yang Unik


... LPEM FEUI menggandeng Makna Informasi Indonesia, sebuah perusahaan konsultan komunikasi dan riset media. "Selain potensi ekonomi, kota juga membutuhkan citra dan reputasi yang baik serta unik untuk memenangkan persaingan," kata Direktur Utama Makna Informasi Indonesia, M Rahmat Yananda. Menurut Rahmat, sayangnya, citra kota yang terekam di surat kabar maupun media sosial belum menggambarkan identitas kota ... more


Sejarawan UI: Ruang Kreatif di Depok Mati


Konsultan City Branding M. Rahmat Yananda menuturkan pentingnya sebuah kota memiliki branding yang dapat menjadi jati diri kota tersebut. "City branding harus kolaboratif. Branding sebuah kota harus melalui sebuah perencanaan yang matang," ujar Rahmat. Menurut Rahmat, keadaan Depok saat ini identik dengan kemacetan dan Depok tak dapat melepaskan ketergantungannya dari Jakarta. Diungkap dia, alasan mengapa Jalan Margonda Raya selalu ramai dan padat adalah karena jalan tersebut menghubungkan Depok dengan Jakarta. Senada dengan JJ Rizal, Rahmat menilai rancangan tata ruang kota harus memberi ruang untuk pengembangan kreativitas bagi orang-orang produktif di Depok untuk berkembang. "Disinilah mengapa Depok... more